Free Joomla Templates by Web Hosting
Form Login
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini19
mod_vvisit_counterKemarin22
mod_vvisit_counterMinggu ini173
mod_vvisit_counterMinggu kemarin196
mod_vvisit_counterBulan ini122
mod_vvisit_counterBulan kemarin1090
mod_vvisit_counterTotal4310
Home Artikel Kasus Patah Tulang Pinggul Menurun

Kasus Patah Tulang Pinggul Menurun

Angka patah tulang pinggul telah turun di kalangan orang yang berusia lanjut karena bermacam sebab. Namun luka yang melumpuhkan itu masih menjadi ancaman utama kesehatan karena usia penduduk bertambah.

"Penurunan tetap dari tahun ke tahun angka patah tulang tersebut sejak 1985 menunjukkan penggunaan luas obat-obatan yang digunakan untuk mengobati osteoporosis dan memelihara kepadatan tulang," kata para peneliti di Kanada, Selasa (25/8)

"Saya tidak sejujurnya berpendapat hanya ada satu faktor yang menjadi penyebab semua ini," kata Dr William Leslie dari University of Manitoba di Winnipeg, yang memimpin studi yang telah disiarkan di dalam Journal of the American Medical Association.

Per 1985-2005, lebih dari 570.000 orang Kanada dirawat karena menderita patah tulang pinggul. Selama dua dasawarsa itu, angka orang yang menderita patah tulang pinggul turun 32% pada perempuan, dan 25% pada pria, dan penurunan terbanyak terjadi pada orang dewasa berusia 55-64.

Patah tulang pinggul dapat mengakibatkan komplikasi akibat operasi seperti infeksi, radang paru-paru, dan pembekuan darah yang terjadi akibat kekurangan gerak. Satu dari lima orang yang berusia lanjut dan menderita patah tulang pinggul meninggal dalam waktu satu tahun.

Meskipun angka patah tulang telah turun sejak 1985, jumlahnya secara keseluruhan di Amerika Utara dan Eropa naik karena usia penduduk bertambah.

Di seluruh dunia, ada sembilan juta kasus baru patah tulang yang berhubungan dengan menurunnya kepadatan tulang setiap tahun kata laporan itu.

"Intinya ialah tak ada waktu untuk merasa puas dengan diri sendiri," kata Leslie kepada Reuters.

"Kami dapat mengidentifikasi melalui pemeriksaan kepadatan tulang orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami patah tulang, dan pengobatan buat orang yang cocok sangat membantu dalam mengurangi resiko tersebut," katanya.

Beberapa faktor yang mungkin dalam menurunnya angka patah tulang meliputi gizi yang lebih baik sepanjang hidup yang memiliki dampak langgeng pada kesehatan tulang, perhatian lebih besar bagi risiko terjatuh, peningkatan diasnotik dan pilihan perawatan bagi mereka yang mengalami penipisan tulang, dan angka kegemukan yang lebih tinggi.

Orang yang kelebihan berat badan cenderung tak mengalami osteoporosis karena mereka memiliki lebih banyak hormon yang menguatkan tulang dan beredar di dalam tubuh mereka dan lebih terisi guna melindungi pinggul saat terjatuh. Orang yang bertubuh kurus menghadapi risiko lebih besar terserang osteoporosis.

"Kami sama sekali tak menganjurkan orang agar berbadan gemuk," kata Leslie. "Orang yang tak bergerak cenderung kehilangan kekuatan otot dan keseimbangan, sehingga mereka lebih menghadapi risiko lebih besar saat terjatuh."

 

Sumber

http://www.inilah.com/berita/gaya-hidup/2009/08/26/147168/kasus-patah-tulang-pinggul-menurun/

 

 

Siapa Online?
Ada 2 pengunjung online
Jam Dinding
Relasi
Relasi Kami:
PUSRATU.COM.MY
PUSRATU Malaysia
EFT.CO.ID
EFT Center
CPMCONSULTING.CO.ID
Situs Training dan Konsultan Kami